learningforlife
this site the web

image
image
image
image

Pemanfaatan Program Aplikasi GeoGebra dan Microsoft Mathematics untuk Menyelesaikan Soal Matematika

Assalamu'alaikum.. Postingan yang sekarang ini, saya akan sedikit memaparkan langkah-langkah juga sintak-sintak dari Program GeoGebra dan Microsoft Matematics untuk memudahkan kita dalam mencari suatu penyelesaian dari berbagai contoh soal Matematika.. Mari kita coba pahami langkah-langkah di bawah ini.
BAB I. PENDAHULUAN
Sebagaimana objek-objek matematika yang bersifat abstrak, hal demikian berpotensi akan memunculkan berbagai kesulitan dalam mempelajarinya, terutama bagi siswa di kelas tingkat rendah, mengingat mereka pada umumnya belum mampu berpikir secara abstrak. Fakta demikian mendorong perlunya media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa dalam berinteraksi dengan objek-objek geometri yang bersifat abstrak tersebut.
Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang dan jalan baru dalam mengerjakan banyak hal, termasuk untuk mengembangkan dunia pendidikan. Saat ini telah banyak berkembang berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dunia pendidikan, termasuk untuk menunjang pembelajaran matematika, yakni sebagai media pembelajaran matematika. Salah satu media pembelajaran yang saat ini telah berkembang demikian pesat adalah komputer dengan berbagai program-program yang relevan. Program komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika adalah program GeoGebradan Microsoft Mathematics.
Dengan beragam fasiltas yang dimiliki, GeoGebra dan Microsoft Mathematics dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis. Makalah ini menyajikan uraian mengenai program GeoGebra dan Microsoft Mathematics beserta contoh-contoh penerapan GeoGebradan Microsoft Mathematics sebagai media pembelajaran matematika.
BAB II. PEMBAHASAN
1. Program GeoGebra
Berbagai manfaat program komputer dalam pembelajaran matematika dikemukakan oleh Kusumah (2003). Menurutnya, program-program computer sangat ideal untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran konsep-konsep matematika yang menuntut ketelitian tinggi, konsep atau prinsip yang repetitif, penyelesaian grafik secara tepat, cepat, dan akurat. Lebih lanjut Kusumah (2003) juga mengemukakan bahwa inovasi pembelajaran dengan bantuan komputer sangat baik untuk diintegrasikan dalam pembelajaran konsep-konsep matematika, terutama yang menyangkut transformasi geometri, kalkulus, statistika, dan grafik fungsi.
Salah satu program komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika adalah program GeoGebra. GeoGebra dikembangkan oleh Markus Hohenwarter pada tahun 2001. Menurut Hohenwarter (2008), GeoGebra adalah prgram komputer untuk membelajarkan matematika khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat dimanfaatkan secara bebas yang dapat diunduh dari www.geogebra.com. Website ini rata-rata dikunjungi sekira 300.000 orang tiap bulan. Hingga saat ini, program ini telah digunakan oleh ribuan siswa maupun guru dari sekira 192 negara.
Program GeoGebra melengkapi berbagai program komputer untuk pembelajaran aljabar yang sudah ada, seperti Derive, Maple, MuPad, maupun program komputer untuk pembelajaran geometri, seperti Geometry’s Sketchpad atau CABRI. Menurut Hohenwarter (2008), bila program-program computer tersebut digunakan secara spesifik untuk membelajarkan aljabar atau geometri secara terpisah, maka GeoGebra dirancang untuk membelajarkan geometri sekaligus aljabar secara simultan.
Menurut Hohenwarter (2008), program GeoGebra sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa. Tidak sebagaimana pada penggunaan software komersial yang biasanya hanya bisa dimanfaatkan di sekolah, GeoGebra dapat diinstal pada komputer pribadi dan dimanfaatkan kapan dan di manapun oleh siswa maupun guru. Bagi guru, GeoGebra menawarkan kesempatan yang efektif untuk mengkreasi lingkungan belajar online interaktif yang memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai konsep-konsep matematis. Menurut Lavicza(Hohenwarter, 2010), sejumlah penelitian menunjukkan bahwa GeoGebra dapat mendorong proses penemuan dan eksperimentasi siswa di kelas. Fitur-fitur visualisasinya dapat secara efektif membantu siswa dalam mengajukan berbagai konjektur matematis.
Beberapa pemanfaatan program GeoGebra dalam pembelajaran matematika adalah sebagai berikut.
a. Dapat menghasilkan lukisan-lukisan geometri dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, atau jangka.
b. Adanya fasilitas animasi dan gerakan-gerakan manipulasi (dragging) pada program GeoGebra dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsep geometri.
c. Dapat dimanfaatkan sebagai balikan/evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuat benar.
d. Mempermudah guru/siswa untuk menyelidiki atau menunjukkan sifatsifat yang berlaku pada suatu objek geometri.
Berdasarkan penelitian Embacher (Hohenwarter, 2008), siswa memperoleh manfaat lebih dari program GeoGebra. Beberapa siswa memberikan komentar-komentar sebagai berikut.
a. Program ini sangat membantu untuk melihat apa yang berubah ketika saya mengubah sesuatu yang lain
b. Ketika mempelajari konsep turunan, jika kita menggerakkan suatu titik menuju suatu titik yang lain, kita akan menyadari bahwa garis potong berubah menjadi garis singgung.
c. Dengan menggambar pada kertas, kita tidak mampu memvisualisasikan apa yang akan terjadi
d. Dengan program ini, kita dapat berkesperimen secara luas dan bebas serta mencoba banyak hal untuk menemukan solusi sendiri terhadap suatu masalah.
Menurut Hohenwarter & Fuchs (2004), GeoGebra sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran matematika dengan beragam aktivitas sebagai berikut.
a. Sebagai media demonstrasi dan visualisasi
Dalam hal ini, dalam pembelajaran yang bersifat tradisional, guru memanfaatkan GeoGebra untuk mendemonstrasikan dan memvisualisasikan konsep-konsep matematika tertentu.
b. Sebagai alat bantu konstruksi
Dalam hal ini GeoGebra digunakan untuk memvisualisasikan konstruksi konsep matematika tertentu, misalnya mengkonstruksi lingkaran dalam maupun lingkaran luar segitiga, atau garis singgung.
c. Sebagai alat bantu proses penemuan
Dalam hal ini GeoGebra digunakan sebagai alat bantu bagi siswa untuk menemukan suatu konsep matematis, misalnya tempat kedudukan titik-titik atau karakteristik parabola.
Menu utama GeoGebra adalah: File, Edit, View, Option, Tools, Windows, dan Help untuk menggambar objek-objek geometri. Menu File digunakan untuk membuat, membuka, menyimpan, dan mengekspor file, serta keluar program. Menu Edit digunakan untuk mengedit lukisan. Menu View digunakan untuk mengatur tampilan. Menu Option untuk mengatur berbagai fitur tampilan, seperti pengaturan ukuran huruf, pengaturan jenis (style) objek-objek geometri, dansebagainya. Sedangkan menun Help menyediakan petunjuk teknis penggunaan program GeoGebra. Interface (tampilan) dasar GeoGebra dibagi dalam tiga bagian : Input Bar, Algebra View dan GraphicView.
Construction Tools
2. Contoh Aplikasi Program GeoGebra
Pada bagian ini akan disajikan beberapa pemanfaatan program GeoGebra, yakni Mengkonstruksi Segitiga dan Ukura Sudut Dalam dan Mengkonstruksi Poligon.
a. Mengkostruksi Segitiga dan Ukuran Sudut Dalam.
1. Sembunyikan sumbu koordinat karena sekarang kita tidak membutuhkannya. Dalam menu View, klik tombol Axes.
2. Pergi ke Construction Tools: pilih tool Polygon
3. Pada area Grapihc View : buat segitiga dengan memilih tiga titik. Yang akan menjadi titik dari polygon. (Ingat untuk klik titik pertama sekali lagi untuk menutup poligon)
4. Mengukur sudut dalam :
Pergi ke Construction Tools dan pilih Angle tool. Pilih tiga titik berlawanan arah jarum jam
5. Menghitung jumlah dari sudut dalam
Pergi ke Input Bar dan ketik : α+β+ϒ
Karena tidak ada α+β+ϒ pada keyboard. Kita harus memilihnya pada dropdown list di dalam tombol :
6. Jumlah dari sudut (berjumlah 180o) akan muncul di Algebra Window
7. Untuk menyimpan konstruksi : pilih File tab dan klik tombol Save
b. Mengkonstruksi Poligon
1. Sembunyikan sumbu koordinat : pilih View / klik tombol Axes
2. Pilih Regular Polygon (klik panah kecil di sudut kanan tombol untuk melihat semua options.
3. Buat segitiga sama sisi dengan memilih dua titik dasar. Kotak dialog akan Mucul. Ketikkan jumlah dari titik (dalam kasus ini segitiga : 3, segiempat : 4Segilima beraturan : 5) dan tekan tombol enter.
4. Mengukur sudut dalam : pilih Angle tool atau pilih tiga titik berlawanan arah Jarum jam.
5. Ulangi langkah 1 sampai 5 untuk mengkonstruksi segiempat dan poligon Sama sisi lainnya.
3. Program Microsoft Mathematics
Microsoft Mathematics adalah perangkat lunak sejenis kalkulator namun memiliki fitur yang lebih lengkap dan memiliki kemampuan untuk menjabarkan secara detail langkah demi langkah penyelesaian suatu persoalan dalam disiplin ilmu pasti, tidak hanya matematika namun untuk ilmu fisika dan kimia. Namun penjabaran yang sangat detail hanya ditemui pada persoalan matematika.
Microsoft Mathematics 4 (awalnya Microsoft Math) adalah program edukasi gratis, dibuat untuk sistem operasi Microsoft Windows, yang membantu pengguna untuk menyelesaikan permasalahan matematika dan sains. Dibangun dan diprakarsai oleh Microsoft, Microsoft Mathematics secara pokok ditargetkan untuk pelajar sebagai alat bantu belajar. Microsoft Mathematics memiliki fitur yang didesain untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan matematika, sains, dan sejenisnya, sebaik mungkin untuk mendidik pengguna. Fitur aplikasi ini adalah sebagai graphing calculator dan unit converter. Aplikasi ini juga memiliki triangle solver, dan equation solver yang menyediakan penyelesaian langkah demi langkah untuk setiap permasalahan, fitur yang sangat berguna bagi pelajar untuk belajar memecahkan masalah matematika.
Versi standalone dari Microsoft Mathematics juga telah memiliki support untuk Ink Handwriting, memperbolehkan pengguna untuk menulis permasalahan / persamaan pada Handwriting Pad menggunakan mouse untuk kemudian dikenali / di-scan oleh Microsoft Mathematics. Berbagai menu selengkapnya disajikan pada gambar berikut.
Ketikapertama kalimembuka Microsoft Methematics, kita akan melihat unsur-unsur tampilan berikut:
1. PadKalkulatoryang mencakuptombol angka dan kelompok tombol berikut:Statistics, Trigonometry, Linear Algebra, Calculus, Standard, dan Favorite.
2. Tab Worksheet ditampilkan secara default, dan adalah di mana kita akan melakukan sebagian besar komputasi numerik kita. Tab ini meliputi baik panel input dan panel output. Panel input memberi kita pilihan untuk menggunakan input kalkulator, keyboard atauInk Graphing. Ketika kita mengklik tombol pada panel kalkulator, kita membangun sebuah ekspresi matematika di panel input keyboard.
3. Tab Graphing dapat digunakan untuk membuat grafik matematika. Tab ini termasuk panel input untuk memasukkan persamaan fungsi, ketimpangan, kumpulan data, atau persamaan parametrik yana akan kita gambarkan.
4. Math Tools: Pada tab Home, pada kelompok Tools, kita akan melihat tombol untuk alat matematika tambahan:
a. Equation Solveruntuk memecahkan persamaan tunggal atau sistem persamaan.
b. Formulas and Equationsuntuk menemukan persamaan yang sering digunakan dari ilmu pengetahuan dan matematika, dan menjelajahi mereka grafis atau dengan memecahkan sebuah variabel tertentu.
c. Triangle Solveruntuk menemukan langkah-langkah dari sisi yang tersisa dan sudut dari sebuah segitiga siku yang beberapa sisi dan sudutnya diketahui.
d. Unit Conversion Tooluntuk mengkonversi pengukuran dalam satu sistem unit yang lain.
Cara Menggunakan Kalkulator Graphing
Alat utama dalam Microsoft Mathematics adalah kalkulator ilmiah berfitur lengkap dengan grafik luas dan persamaan pemecahan kemampuan. Kita dapat menggunakannya sama seperti kalkulator genggam dengan mengklik tombol,atau kita dapat menggunakan keyboard untuk mengetikkan ekspresi matematika yang diinginkan agar kalkulator untuk mengevaluasi.
4. Contoh Aplikasi Program Microsoft Mathematics:
III. KESIMPULAN
Program GeoGebra dan Microsoft Mathematics dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika. Dengan beragam fasilitasnya, GeoGebra dan Microsoft Mathematics dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis.
Perlu disadari bahwa tidak terdapat media yang paling baik atau paling tepat untuk semua topik pembelajaran matematika. Demikian halnya dengan pemanfaatan komputer program GeoGebra dan Microsoft Mathematics. Untuk mencapai efektivitas pembelajaran matematika, media ini perlu dikombinasikan dengan media pembelajaran lainnya, termasuk dengan media konvensional dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Guru perlu juga mempertimbangkan kapan saat paling sesuai atau tepat dalam memanfaatkan program GeoGebra dan Microsoft Mathematics.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Kusumah, Yaya S. (2003). Desain dan Pengembangan Bahan Ajar Matematika Interaktif Berbasiskan Teknologi Komputer. Makalah terdapat pada SeminarProceeding National Seminar on Science and Math Education. Seminar diselenggarakan oleh FMIPA UPI Bandung bekerja sama dengan JICA.
Soedjadi, R. (1999). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia (Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan). Jakarta: Dirjen Dikti.
Hohenwarter, M., et al. (2008). Teaching and Learning Calculus with Free Dynamic Matgematics Software GeoGebra. Tersedia; http://www.publications.uni.lu/re cord/2718/files/ICME11-TSG16.pdf.[27 Mei 2012].
Hohenwarter, M. & Fuchs, K. (2004). Combination of Dynamic Geometry, Algebra, and Calculus in the Software System Geogebra. Tersedia:www.geogebra.org/publications/pecs_2004.pdf. [28 Mei 2012].
http://www.techforedu.org/2011/11/download-microsoft-mathematics-4-free.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Mathematics
Demikian. Cukup sampai disini langkah-langkah dari Program GeoGebra dan Microsoft Mathematics.. Mudah-mudahan setelah kita memahami langkah-langkah diatas, kita dapat mengaplikasikannya.. Ini adalah salah satu cara cepat untuk menyelesaikan permasalahan di dalam menyelesaikan soal Matematika.. Terima kasih atas kunjungannya, sampai bertemu di postingan saya selanjutnya :) Hatur Nuhun ^_^
read more »

PENGANTAR PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA

PENGANTAR PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA


A.    Pengertian Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
B.    Prinsip Pengembangan Silabus
1.    Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2.    Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
3.    Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4.    Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5.    Memadai
Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6.    Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7.    Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8.    Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).



C.    Unit Waktu Silabus
1.    Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2.    Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
3.    Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.



D.    Pengembangan Silabus
Pengembangan silabus  dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendikan.
1.        Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
2.        Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah/madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tersebut.
3.        Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait.
4.        Sekolah/Madrasah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah/madrasah-madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah/madrasah-madrasah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.
5.        Dinas Pendidikan/Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.





E.   Langkah-langkah Pengembangan Silabus
1.    Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan  memperhatikan hal-hal berikut:
a.   urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi ;
b.   keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
c.    keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
2.    Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
a.   potensi peserta didik;
b.   relevansi dengan karakteristik daerah;
c.    tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
d.   kebermanfaatan bagi peserta didik;
e.   struktur keilmuan;
f.     aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
g.    relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
h.   alokasi waktu.

3.    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan,  dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.  Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar  memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. 
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
a.    Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b.       Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus   
       dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai   
       kompetensi dasar.
c.        Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki   konsep materi pembelajaran.
d.     Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.


4.    Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
5.    Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a.              Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b.              Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c.               Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d.              Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
e.              Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
6.    Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.  Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
7.    Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

  1. Hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Pengembangan Silabus
1.     Ruang lingkup mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SMA/MA    
 meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
a.    Logika
b.    Aljabar
c.    Geometri
d.   Trigonometri
e.    Kalkulus
f.  Statistika dan Peluang.
          2.   Pengembangan silabus mata pelajaran matematika lebih diarahkan 
    Kepada:
a.   pemahaman konsep matematika, menjelaskan keterkaitan     antarkonsep  dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
b.   Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu       memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari  matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
4.    Pada kegiatan pembelajaran yang ada di silabus, siswa dituntut untuk terlibat secara lebih aktif  dan guru sebagai fasilitator.
5.    Kegiatan pembelajaran yang diarahkan pada ciri khas kedaerahan disesuaikan dengan ciri daerah setempat.
6.    Alokasi waktu yang ada dalam silabus disesuaikan dengan situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.
7.    Pengembangan kompetensi dasar ke dalam indikator sangat tergantung pada materi dan kegiatan pembelajaran serta kreatifitas guru.
8.    Contoh Pengembangan Silabus ini dirancang untuk siswa yang berkemampuan rata-rata. Satuan pendidikan dapat mengembangkan silabus  dengan standar yang lebih tinggi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan.



G.    Contoh Model Silabus
Dalam menyusun silabus dapat menggunakan salah satu format yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan. Pada dasarnya ada dua jenis, yaitu jenis kolom (format 1) dan jenis uraian (format 2). Dalam menyusun format urutan KD, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator dan seterusnya dapat ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan, sejauh tidak mengurangi komponen-komponen dalam silabus.

read more »

Manajemen Komponen Sekolah

MANAJEMEN KOMPONEN SEKOLAH

A. PENGANTAR
Istilah manajemen dan administrasi adakalanya dipertukarkan atau hanya dibedakan secara nominal. Menurut Sergiovanni at-al.(Danim,2002), dilingkungan pendidikan sekolah, sangat mungkin orang lebih suka menggunakan istilah administrasi daripada manajemen untuk membedakannya dengan organisasi bisnis dan industri, dua isstilah terakhir memang berkonotasi komersial.
Menurut Krajewski at. Al. (Danim,2002) Titik tekan manajemen terletak pada dimensi-dimensi lebih teknis dari usaha untuk mencapai tujuan, sedangkan administrasi, disamping menyangkut tugas-tugas manajemen bagi pencapainnya tujuan, juga menekankan pada penciptaan unitas dari dimensi-dimensi keorganisasian dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Menurut Lipham dan Hoeh (Danim,2002), pendekatan proses dalam administrasi kurang menekankan aspek-aspek operatif apa (what) yang harus dikerjakan dan bagaimana (how) organisasi akan dikelola.
Dengan demikian, istilah administrasi umumnya digunakan bilamana merujuk pada proses kerja manajerial tingkat puncak yang dilihat dari konteks keorganisasian, sedangkan istilah manajemen merujuk pada proses kerja manajerial pada tingkat yang lebih operasional.
Komponen-komponen sekolah itu adalah siswa, tenaga kependidikan (guru pegawai), kurikulum, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, dan layanan khusus (Adam,2003; Soetjipto dan Kosasi, 1994, dan Bafadal, 2003).
Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan sekolah. Alasannya, tanpa manajemen tidak mungkin tujuan pembelajaran di sekolah dapat diwujudkan secara optimal, efisien dan efektif.

B. Manajemen Kurikulum dan Program Pengajaran
Manajemen kurikulum dan program pengajaran merupakan bagian integral dari manajemen berbasis sekolah, mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilainnya kurikulum.
Manajemen atau administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses penyelenggaraan kegiatan dibidang pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efisien dan efektif.
Kepala sekolah harus bertanggung jawab tentang perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian perubahan atau perbaikan program pengajaran di sekolah. Untuk kepentingan tersebut, paling tidak terdapat empat langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1. Menilai kesesuaian program yang ada dengan tuntutan kebudayaan dan kebutahan murid
2. Meningkatkan kualitas perencanaan program
3. Memilih dan melaksanakan program
4. Menilai perubahan program
Menurut Mulyasa (2003) beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh guru adalah :
1. Tujuan yang dikehendaki harus jelas, makin operasional tujuan, makin mudah terlihat dan makin tepat program-program yang dikembangkan untuk mencapai tujuan.
2. Program itu harus sederhana dan fleksibel
3. Program-program yang disusun dan dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
4. Program yang dikembangkan harus menyeluruh dan harus jelas pencapaiannya
5. Harus ada koordinasi antar komponen pelaksana program di sekolah.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pembagian tugas guru, penyusunan kalender pendidikan dan jadwal pelajaran, pembagian alokasi waktu yang digunakan, penetapan pelaksanaan evaluasi belajar, penetapan penilaian, penetapan norma kenaikan kelas, pencatatan kemajuan belajar siswa, perbaikan pengajaran, serta pengisian waktu jam kosong.

C. Manajemen Tenaga Kependidikan
Dalam peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan, pada pasal 3 ayat (1) dinyatakan; “Tenaga kependidikan terdiri atas tenaga pendidik, pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti dan pengembang dibidang pendidikan, pustakawan, laboran, teknisi sumber belajar, dan penguji”.
Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan di sekolah bertujuan untuk mendayagunakan tanaga kependidikan – guru di SD – secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan.
Manajemen tenaga kependidikan (guru dan bukan guru) mencakup ;
1. Perencanaan pegawai
2. Penerimaan pegawai
3. Pembinaan dan pengembangan pegawai
4. Promosi dam mutasi pegawai
5. Kompensasi
6. Penilaian pegawai
7. Pemberhentian/ pemutusan hubungan kerja atau pensiun.
Sebab-sebab pemverhentian pegawai dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yaitu:
1. Pemberhentian atas permohonan sendiri
2. Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah
3. Pemberhentian sebab lain-lain
Untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya, diperlukan sistem penilaian pegawai secara obyektif dan akurat. Penilaian bagi tanaga kependidikan ini difokuskan pada prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah.

D. Manajemen Kesiswaan
Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan kegiatan yang berhubungan dengan peserta didik, yakni mulai masuk sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur kegiatan-kegiatan bidang kesiswaan agar proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur, mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, bidang manajemen kesiswaan memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan:
1. Penerimaan siswa baru
2. Kegiatan kemajuan belajar
3. Bimbingan dan pembinaan disiplin
Penerimaan siswa baru perlu dikelola sedemikian rupa mulai dari perencanaan penentuan daya tampung sekolah atau jumlah siswa baru yang akan diterima, yaitu dengan mengurangi daya tampung dengan jumlah anak yang tinggal kelas atau mengulang. Kegiatan penerimaan siswa baru biasanya dikelola oleh panitia peneriamaan siswa baru (PSB). Dalam kegiatan ini kepala sekolah membentuk panitia yang bertanggung jawab dalam tugas tersebut. Bagi siswa yang berhasil diterima, dilakukan pengelompokan dan orientasi sehingga secara fisik, mental, dan emosional siap untuk mengikuti pendidikan di sekolah.
Keberhasilan, kemajuan, dan prestasi belajar para siswa memerlukan data yang otentik, dapat dipercaya, dan memiliki keabsahan. Data ini diperlukan untuk mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau prestasi kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolahnya. Kemajuan belajar siswa ini secara periodik harus dilaporkan kepada orang tua, dengan menggunakan buku laporan pendidikan sebagai masukan untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan dan membimbing anaknya belajar.
Tujuan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan pengetahuan anak, tetapi juga sikap kepribadian, serta aspek sosial emosional, disamping keterampilan-keterampilan lain. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab memberikan ilmu pengetahuan, tetapi memberikan bimbingan dan bantuan terhadap anak-anak yang bermasalah, baik dalam belajar, emosional, dan sosial, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Untuk itu, di sekolah perlu dilakukan pencatatan dan ketatalaksanaan kesiswaan, dalam bentuk buku induk, buku klapper, buku laporan keadaan siswa, buku presesni siswa, buku lapor, daftar kenaikan kelas, buku mutasi, dan sebagainya.
Keterlibatan guru dalam manajemen kesiswaan dalam konteks sekolah, tidak sebanyak keterlibatannya dalam proses pembelajaran. Dalam manajemen kesiswaan guru lebih banyak berperan secara tidak langsung.
Beberapa peranan guru dalam manajemen kesiswaan, guru lebih banyak berperan secara tidak langsung. Beberapa peranan guru dalam manajemen kesiswaan sebagai berikut:
1. Dalam penerimaan guru, para guru dapat dilibatkan untuk ambil bagian. Diantara mereka dapat ditunjuk menjadi panitia penerimaan yang dapat melaksanakan tugas-tugas teknis mulai dari pencatatan penerimaan sampai dengan pelaporan pelaksanaan tugas.
2. Dalam masa orientasi, tugas guru adalah membuat agar para siswa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya. Peranan guru sangat penting, karena andaikata terjadi salah langkah pada saat pertama, dapat berakibat kurang menguntungkan bagi keselamatan jiwa anak untuk waktu-waktu selanjutnya.
3. Untuk pengaturan kehadiran siswa di kelas, guru mempunyai andil yang besar juga. Guru diharapkan mempu mencatat/merekam kehadiran siswa meskipun dengan sederhana tetapi harus baik dan benar. Data kehadiran ini, dimungkinkan untuk menjadi bahan pertimbangan penilaian terhadap siswa, misalnya sebagai pertimbangan dalam penetapan kenaikan kelas.
4. Dalam memotivasi siswa untuk senantiasa berprestasi tinggi, guru juga harus dapat menciptakan suasana yang mendukung hal tersebut.
5. Dalam menciptakan disiplin sekolah atau kelas yang baik, peranan guru sangat penting, karena guru dapat menjadi model. Untuk membuat siswa mempunyai disiplin yang tinggi, maka guru harus mampu menegakkan disiplin dan tidak merusaknya sendiri. Disamping itu guru juga harus mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan konsisten untuk memberikan ganjaran dan hukuman kepada para siswa yang pantas mendapatkannya.

E. Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Dalam suatu lembaga pendidikan, biaya pendidikan merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang tidak dapat ditinggalkan. Dalam kondisi sangat darurat, mungkin pendidikan masih dapat berlangsung tanpa adanya biaya. Akan tetapi setiap usaha meningkatkan kualitas pendidikan selalu mempunyai konsekuensi keuangan dan pembiayaan.
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efisiensi dan efektivitaas pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, malaksanakan, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara trasparan kepada masyarakat dan pemerintah.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan-kegiatan proses pembelajaran di sekolah bersama dengan komponen lain. Atau dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapinya tujuan pendidikan di sekolah. Hal ini penting, terutama dalam rangka MBS, yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan keperluan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana, apalagi dalam kondisi krisis seperti sekarang ini.
Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah, secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber, yaitu:
1. Pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah maupun kedua-duanya bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan
2. Orang tua atau peserta didik(siswa)
3. Masyarakat, baik mengikat maupun tidak mengikat
Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun, seperti gaji pegawai(guru, dan bukan guru), serta biaya operasional, biaya pemeliharaan gedung, fasilitas dan alat-alat pengajaran (barang-barang habis dipakai). Biaya pembangunan, misalnya, biaya pembelian atau pengembangan tanah, pembangunan gedung, perbaikan atau rehab gedung, penambahan furnitur, serta biaya atau pengeluaran lain untuk barang-barang tidak habis pakai. Dalam rangka implementasi MBS, manajemen komponen keuangan harus dilaksanakan dengan baik dan teliti mulai tahap penyusunan anggaran, penggunaan, sampai pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar semua dana sekolah benar-benar dimanfaatkan secara efisien dan efektif, tidak ada kebocoran-kebocoran, serta bebas dari penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme.
Komponen utama manajemen keuangan meliputi:
1. Prosedur anggaran
2. Prosedur akuntansi keuangan
3. Pembelanjaan, pergudangan, dan prosedur pendistribusian
4. Prosedur investasi
5. Prosedur pemeriksaan
Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan ini mengabut asas pemisahan tugas antara fungsi otorisator, ordonator dan bendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang uintuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembeyaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan ruang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.

F. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengakar.
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan.
Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakakan sekolah yang bersih, rapi, indah, sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun murid untuk berada di sekolah. Selain itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuantitatif, kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pengajar maupun siswa sebagai peserta didik.

G. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Sekolah dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah secara efisien dan efektif. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, sekolah berkewajiban untuk memberi penerangan tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan, serta keadaan masyarakat.
Hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan antara lain untuk:
1. Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak
2. Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat
3. Menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan masyarakat.
Kepala sekolah yang baik merupakan salah satu kunci untuk bisa menciptakan hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat secara efektif karena harus manaruh perhatian tentang apa yang dipikirkan orang tua tentang sekolah. Hubungan kerja sama yang harmonis akan membentuk:
1. Saling pengertian antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan lembaga-lembaga lain yang ada dimasyarakat, termasuk dunia kerja
2. Saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena mengetahui manfaat, arti dan pentingnya peranan masing-masing
3. Kerja sama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada dimasyarakat dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan disekolah

H. Manajemen Layanan Khusus
Manajemen layanan khusus meliputi manajemen perpustakaan, kesehatan dan keamanan sekolah. Manajemen komponen-komponen tersebut merupakan bagian penting dari MBS yang efisien dan efektif.
Perpustakaan yang lengkap dan dikelola dengan baik memungkinkan peserta didik untuk lebih mengembangkan dan mendalami pengetahuan yang diperolehnya di kelas melalui belajar mandiri, baik pada waktu-waktu kosong di sekolah maupun di rumah.
Manajemen layanan khusus lain adalah layanan kesehatan dan keamanan. Sekolah berbagai satuan pendidikan yang bertugas dan bertanggung jawab melaksakan proses pembelajaran, tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap saja, tetapi harus menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani peserta didik.
Selain itu sekolah juga perlu memberikan pelayanan keamanan kepada peserta didik dan para pegawai yang ada di sekolah agar mereka dapat belajar dan melaksanakan tugas dengan tenang dan nyaman.



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Manajemen kurikulum dan program pengajaran merupakan bagian integral dari manajemen berbasis sekolah, mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilainnya kurikulum. Perencanaan dan pengembangan kurikulum nasional pada dasarnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat. Karena itu, pada level sekolah, yang paling penting adalah bagaiman merealisasikan dam menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran.
Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan di sekolah bertujuan untuk mendayagunakan tanaga kependidikan – guru di SD – secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan. Sehubungan dengan itu, fungsi personalia yang harus dilaksanakan oleh pimpinan adalah merekrut, mengembangkan, menggaji, dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem, membantu anggota mencapai posisi dan standar perilaku, memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan, menyelaraskan tujuan individu dengan istitusi (sekolah).
Manajemen kesiswaan atau manajemen peserta didik merupakan salah satu bidang operasional MBS. Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan kegiatan yang berhubungan dengan peserta didik, yakni mulai masuk sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efisiensi dan efektivitaas pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, malaksanakan, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara trasparan kepada masyarakat dan pemerintah.
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan. Sekolah dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah secara efisien dan efektif. Manajemen layanan khusus meliputi manajemen perpustakaan, kesehatan dan keamanan sekolah. Manajemen komponen-komponen tersebut merupakan bagian penting dari MBS yang efisien dan efektif.

B. SARAN
Untuk lebih memahami semua tentang manajemen komponen sekolah, disarankan kepada para pembaca untuk mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Samad, Sulaiman dkk. 2009. Profesi Keguruan. FIP – UNM. Makassar
read more »
 

Warning!

Di blog ini sudah saya pasangi cheat. Bukan hanya game saja yang punya cheat, Blog pun bisa punya cheat. Coba saja kamu ke tekan tombol r e s t a f a u z i dan enter (gak pake spasi). Kamu akan melihat efek dari cheat ini. :)

Usage Policies